HVSMEDIA.ID - Gagasan membangun kawasan Chinatown di Samarinda mulai mencuri perhatian para wakil rakyat.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh rencana tersebut, asalkan dirancang dengan matang dan mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian kota.
Menurut Andriansyah, proyek ini berpotensi besar menjadi strategi jitu untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat identitas Samarinda sebagai kota yang kaya akan keragaman budaya.
“Selama perencanaannya jelas dan manfaatnya bisa langsung dirasakan, khususnya dalam mendorong PAD, kami tentu akan mendukung,” ujarnya kepada media, Kamis lalu.
Perlu Konsep Visioner dan Berakar Budaya
Meski menyambut positif, Andriansyah menekankan pentingnya keterbukaan dari Pemkot terkait arah pengembangan kawasan ini.
Ia mengingatkan agar pembangunan Chinatown tidak semata-mata menjadi proyek fisik yang kehilangan ruh budayanya.
“Konsep budaya yang diusung harus benar-benar membawa nilai edukasi, memperkaya pariwisata, dan menghadirkan sisi positif dari warisan Tionghoa. Kalau justru mengarah ke hal negatif, seperti perjudian, ya jelas harus dikaji ulang,” tegasnya.
Saatnya Samarinda Diversifikasi Ekonomi
Lebih jauh, ia mendorong Pemkot untuk mulai menggagas transisi ekonomi dari ketergantungan terhadap sumber daya alam menuju sektor yang lebih berkelanjutan, yakni pariwisata.
Ia melihat potensi besar yang bisa digali dari kekayaan lokal Samarinda, khususnya di sepanjang Sungai Mahakam dan Karang Mumus.
“Sudah saatnya kita tidak lagi bergantung penuh pada SDA. Sungai dan budaya lokal harus menjadi poros baru dalam pembangunan ekonomi kota ini,” ucapnya.
Kolaborasi dan Revitalisasi Kawasan Budaya
Proyek Chinatown ini, kata Andriansyah, juga akan menggandeng komunitas Tionghoa setempat.
Wilayah pengembangannya direncanakan meliputi area Klenteng Tien Le Kong dan ruas jalan utama seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Mulawarman, hingga Jalan Nahkoda.
Tak hanya mendorong pembangunan baru, ia juga mengingatkan pentingnya revitalisasi kawasan budaya lain, termasuk Kampung Budaya Pampang, agar pembangunan berjalan seimbang.
Saat ini, Panitia Khusus II DPRD Samarinda bersama Komisi II juga tengah menyusun regulasi untuk memperkuat arah pengembangan sektor pariwisata di masa mendatang.
“Pansus dan Komisi II sedang menyiapkan regulasinya. Harapannya, pembangunan sektor wisata ini punya landasan hukum yang kuat dan arah yang terukur,” tutupnya. (adv)