Jumat, 29 Agustus 2025

Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia

Qatar dan Arab Saudi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Kualifikasi AFC, Empat Negara Protes

Keputusan AFC Tuai Kontroversi di Tengah Ketegangan Zona Asia

Kamis, 19 Juni 2025 19:29

TROFI - Trofi Piala Dunia 2026. Qatar dan Arab Saudi jadi tuan rumah untuk babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia/ IG @afcasiancup

HVSMEDIA.ID -  Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan bahwa babak keempat kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia akan diselenggarakan di Qatar dan Arab Saudi.

Penunjukan ini langsung memicu protes resmi dari Indonesia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman, yang menilai keputusan tersebut tidak adil karena memberikan keuntungan besar bagi dua negara tuan rumah.

Tuan Rumah Penuh Kontroversi: Qatar dan Arab Saudi Dituding Dapat Keuntungan Ganda

Qatar dan Arab Saudi dikenal sebagai kekuatan baru dalam penyelenggaraan sepak bola global.

Qatar telah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, dan akan menjadi lokasi lima edisi mendatang Piala Dunia U-17 FIFA.

Di sisi lain, Arab Saudi akan menggelar Piala Dunia 2034, dan aktif berkontribusi lewat kampanye Visit Saudi serta proyek NEOM.

Kedua negara juga merupakan sponsor besar dalam jaringan AFC dan FIFA, menimbulkan tuduhan konflik kepentingan dan ketidaknetralan.

Beberapa pihak menyebutnya sebagai bentuk "sport-washing", sementara masih teringat laga kontroversial Qatar vs India pada Juni 2024 yang disebut-sebut dipengaruhi keputusan wasit.

Empat Negara Desak AFC Jaga Netralitas dan Transparansi

Pada 9 Juni 2025, Federasi Sepak Bola Irak, didukung oleh PSSI dari Indonesia, merilis pernyataan bersama yang menyerukan agar AFC menjunjung netralitas dan transparansi dalam memilih tuan rumah kualifikasi.

UEA dan Oman juga menyuarakan keberatan mereka beberapa hari setelahnya.

Meski protes bermunculan, AFC tetap menunjuk Qatar dan Arab Saudi dengan alasan kesiapan infrastruktur, pengalaman acara skala besar, dan kemampuan logistik yang mumpuni.

Namun, tidak adanya informasi publik soal tawaran alternatif atau kriteria pemilihan memperkuat ketidakpuasan dari negara-negara peserta lainnya.

 

Persaingan Ketat, Dua Tiket Langsung Jadi Rebutan

Babak keempat kualifikasi akan berlangsung Oktober 2025 dengan format round-robin satu putaran.

Enam tim akan dibagi ke dalam dua grup berisi tiga tim, dan seluruh pertandingan akan dimainkan di Qatar atau Arab Saudi.

  • Juara grup: Lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
  • Runner-up grup: Bertemu di babak kelima playoff.
  • Pemenang playoff: Lanjut ke inter-confederation playoff.

Keuntungan Kandang dan Tekanan bagi Tim Penantang

Dengan format yang sangat singkat, setiap poin menjadi sangat vital.

Qatar dan Arab Saudi diyakini akan mendapat keuntungan signifikan karena bermain di lingkungan yang akrab—baik dari segi iklim, dukungan penonton, maupun logistik.

Bagi tim seperti Indonesia, Irak, UEA, dan Oman, laga ini bukan sekadar tantangan fisik dan taktis, tapi juga pertarungan melawan sistem yang dinilai berat sebelah.

Hanya satu jendela pertandingan tersedia, menjadikan margin kesalahan nyaris nol.

Penutup: Polemik Keadilan yang Belum Usai

Meskipun AFC telah mengunci keputusan, ketegangan masih terasa di antara negara-negara peserta.

Banyak pihak menilai bahwa sepak bola Asia harus lebih adil dan terbuka terhadap negara-negara non-kekuatan tradisional.

Pertanyaan mengenai keadilan, transparansi, dan dominasi kekuatan Teluk di kawasan sepak bola Asia akan terus bergema, seiring perjuangan negara-negara seperti Indonesia untuk meraih mimpi berlaga di Piala Dunia 2026. (vana)

Source: Football Tribe

 

Tag berita:
Berita terkait