Ia mengingatkan agar pembangunan Chinatown tidak semata-mata menjadi proyek fisik yang kehilangan ruh budayanya.
“Konsep budaya yang diusung harus benar-benar membawa nilai edukasi, memperkaya pariwisata, dan menghadirkan sisi positif dari warisan Tionghoa. Kalau justru mengarah ke hal negatif, seperti perjudian, ya jelas harus dikaji ulang,” tegasnya.
Saatnya Samarinda Diversifikasi Ekonomi
Lebih jauh, ia mendorong Pemkot untuk mulai menggagas transisi ekonomi dari ketergantungan terhadap sumber daya alam menuju sektor yang lebih berkelanjutan, yakni pariwisata.
Ia melihat potensi besar yang bisa digali dari kekayaan lokal Samarinda, khususnya di sepanjang Sungai Mahakam dan Karang Mumus.
“Sudah saatnya kita tidak lagi bergantung penuh pada SDA. Sungai dan budaya lokal harus menjadi poros baru dalam pembangunan ekonomi kota ini,” ucapnya.